Jalur ini merupakan jalan provinsi. Namun, kondisinya masih tidak mencerminkan kondisi layaknya sebuah jalan pada umumnya.
Tidak sedikit kendaraan masyarakat yang terpaksa harus terhenti karena tidak bisa menembus jalan yang licin karena hujan.
Pemandangan berupa kendaraan roda empat yang terjebak di lumpur jalur tersebut sudah jadi keseharian warga setempat. Masyarakat ikut membantu mendorong mobil dan tampak kendaraan roda empat bergantian saling menarik saat ada yang amblas di tengah kubangan.
Nasib Rusdi (25) salah satu supir kendaraan Jenis pikap, bikin miris. Dia menjadi korban kondisi buruknya akses tersebut justru saat kondisi genting. Dia sedang mengantar orang tuanya yang sedang sakit ke Puskesmas Kerang, Kecamatan Tanah Grogot.
"Saya dari Sekayu, Kecamatan Pamukan Utara, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan, saya mau ke Puskesmas Kerang ngantar Ibu saya mau periksa," ujar Rusdi di lokasi, Sabtu (9/2/2019).
Warga sekitar yang mendengar keluhan Rusdi langsung berusaha membantu Rusdi mendorong mobilnya. Namun, karena posisi kendaraan yang sudah tersangkut di kubangan membuat warga kewalahan mendorong mobil meskipun sudah dibantu dengan satu mobil yang menarik dari depan.
Lebih dari 30 menit warga berusaha mengeluarkan mobil Rusdi hingga akhirnya lolos dari kubangan lumpur.
Mobil Rusdi terhenti di jalan rusak tersebut lantaran sebuah truk tangki pengangkut solar milik PT Tirta Wijaya Energy juga terperangkap. Di sisi kiri truk tangki ada sebuah truk pengangkut pasir milik warga sekitar yang turut terjebak.
Aliasun (30), supir truk pengangkut pasir mengatakan bahwa sebelum truknya amblas, sudah ada dua truk yang terlebih dulu amblas karena menghindari truk solar.
"Sebelum saya ada dua truk yang amblas juga di sini, truk saya sudah dua jam di sini," ucap aliasun.
Akibatnya, antrean kendaraan pun tidak dapat dihindari hingga mencapai 200 meter. Aktivitas warga juga menjadi terhambat lantaran tidak bisa melintasi jalur tersebut.
Penulis : Dwi Cahyo
Editor: Muh. Huldi