“Anggaran untuk penanggulangan bencana seutuhnya dikelola oleh pihak BPBD Paser,”ujar Fatur.
Ia mengatakan, anggaran keberangkatan relawan menggunakan anggaran BPBD Paser, sedangkan instansi lain menggunakan anggaran masing-masing.
“Untuk Relawan yang berada dalam lingkup BPBD tentu anggarannya dari BPBD, nah kalau untuk instansi atau organisasi masyarakat dan LSM, menggunakan anggaran mereka sendiri,” bebernya.
Menurut Fatur, BPBD merupakan Bagian dari Pemkab Paser. “Tidak bisa juga dikatakan bahwa Pemkab tidak memberikan anggaran untuk keberangkatan relawan karena BPBD juga merupakan bagian dari Pemkab Paser,” tegasnya.
Namun, Fatur mengapresiasi sekelompok pemuda Paser yang berkenan menjadi relawan dan berangkat ke lokasi musibah gempa dan tsunami tersebut.
“Pemkab dan masyarakat Paser memberikan kepedulian kepada masyarakat Sulteng yang mengalami musibah bencana. Semoga kehadiran para relawan Paser di Sulteng mampu memperkuat tim relawan lainnya yang sudah terlebih dulu datang membantu masyarakat dan pemerintah setempat,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian BPBD Paser Edward Effendi yang beberapa hari lalu mengakui bahwa sampai pada hari persiapan keberangkatan relawan Paser ke Sulawesi Tengah, Pemkab Paser belum memberikan anggaran untuk keberangkatan.
“Jadi anggaran yang digunakan untuk keberangkatan relawan berasal dari relawan sendiri dan organisasi yang memberangkatkan anggotanya,”ujar Edward. Rabu (10/10).
Berdasarkan pantauan media ini, BPBD Paser melakukan penggalangan dana di simpang lampu lalu lintas di depan kantornya guna mengumpulkan dana untuk keberangkatan relawan ke Sulawesi Tengah. (dc1217)