Direktur PDAM Danum Taka, Taufikmenjelaskan, pihaknya terus berupaya agar masyarakat di wilayah itu segera mendapatkan pasokan air bersih. PDAM akan melakukan normalisasi pada embung untuk menyelamatkan pompa air yang muncul di permukaan.
Pengerukan juga diharapkan membentuk aliran air kecil di seputaran intake bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat.
“Kami memang tidak bisa memproduksi air karena menjaga keamanan kondisi pompa intake, kalau dalam posisi air kering bisa membuat pompa bisa terbakar dan menimbulkan masalah baru,” bebernya, Selasa (25/9).
Karena kekeringan penampungan air baku yang luasannya mencapai 2 hektare, kurang lebih 361 pelanggan PDAM Danum Taka di Kelurahan Sotek tidak menikmati air pada dua pekan terakhir.
Lanjutnya, dalam proses normalisasi, PDAM menyiapkan anggaran kurang lebih Rp20 juta untuk biaya operasional alat berat maupun driver termasuk penjaga keamanan alat kerja.
“Dari luasan embung yang ada, tidak semunya dilakukan normalisasi, hanya untuk di sekitar intake saja, kami target ke dalamannya nanti kurang lebih 1 meter,” tutupnya. (Wn)