Kabid Pengendalian Pencermaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Paser, Achmad Safari mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mencari sumber permasalahan warna air sungai Kandilo di tanah grogot.
“Makanya pengeluarannya mengarah ke hulu sungai, karena kalau perubahan air sungai kandilo di Tanah Grogot maka kami harus mencari sumbernya yang terletak di hulu sungai,” ujar Safari, Jumat (21/9).
Penyusuran dimulai pada Daerah Aliran Sungai Kandilo yang berada di Desa Prayon, Kecamatan Muara Komam hingga Desa Batu Butok, Kecamatan Batu Sopang.
Dalam penyusuran sungai tersebut yang dilaksanakan sekitar lima jam tersebut, Tim menemukan aktifitas pertambangan semi tradisional yang dilakukan masyarakat di sepanjang sungai Muara Komam.
“Kami banyak melihat ada aktifitas masyarakat yang melakukan penambangan pasir pada saat kami melintasi kawasan Sungai Muara Komam,”Ujarnya.
Safari Juga sempat menanyakan kepada salah satu penambang pasir tersebut. Ia mengatakan aktifitas penambangan pasir tersebut ternyata sudah dikerjakan masyarakat selama belasan tahun dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar.
“Warga di sana menganggap itu sebagai mata pencaharian mereka, guna memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari,” terangnya.
Akibat kegiatan masyarakat tersebut terjadi penurunan kualitas keasaman air sungai kandilo dari Ph 6 meningkat menjadi 7 ketika memasuki sungai Muara Komam, tidak hanya itu tingkat kekeruhan air pun meningkat.
“Seharusnya kualitas air seharusnya berada pada Ph 6, Namun saat berada dikawasan itu kami cek Ph air berada pada posisi 7,”Jelas Safari.
Melihat aktifitas masyarakat tersebut tim pemantau kualitas air di DAS Kandilo, mengaku menginventarisir aktifitas yang ada di sepanjang DAS kandilo kemudian merumuskan langkah apa yang akan diambil.
“Kami akan inventarisir kelompok, kelompok masyarakat yang melakukan aktifitas di sepanjang DAS Kandilo dari hulu hingga hilir, baru kemudian akan dirumuskan langkah-langkah apa yang akan diambil untuk kelompok-kelompok masyarakat tersebut,”ujar Safari.
Direncanakan tim yang turut serta dalam ekspedisi kali itu akan turun kembali melanjutkan penelusuran pekan depan, pasalnya belum semua DAS ditelusuri.
“Kemaren baru dua Kecamatan yang bisa ditelusuri oleh tim, sehingga kami menginginkan tim tersebut turun lagi untuk menelusuri DAS Kandilo sampai di Tanah Grogot,” pungkasnya. (dc1217)