Salah satu warga Kelurahan Tanjung Tengah, Penajam, Muskarim, kepada media ini, menyatakan, kurang lebih dua tahun lamanya, sudah tidak ada pembangunan penahan gelombang di daerahnya. Sementara bentangan yang dilanda abrasi cukup panjang.
“Penangulangan abrasi biasanya tiap tahun ada, tetapi itu sudah tidak berjalan, kami harapkan pembangunan terus berlanjut. Bahkan penahan abrasi yang ada saat ini sudah rusak,” tuturnya, Jumat (14/9).
Ia menerangkan, Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kawasan itu turut dalam ancaman karena titik abrasi dengan lokasi pemakaman jaraknya hanya tinggal 5 meter.
Menurutnya, abrasi mencapai hingga 2 meter di kawasan itu pertahunnya. Terutama ketika angin selatan menyebabkan ombak cukup besar dan menghantam pesisir pantai hingga abrasi.
“Harapan kami itu diutamakan karena kalau sudah terkikis tulang belulang di dalam pemakaman pasti kelihatan, kalau itu diabaikan dalam waktu 3 tahun pasti sampai ke titik pemakaman,” ucapnya.
Kondisi serupa juga terjadi di RT 03 Kelurahan Saloloang, Penajam. Saat ini abrasi telah penyerang kawasan pemukiman masyarakat, bahkan nyaris menyentuh bagian tiang rumah warga. (Wn)