“Polri mampu mewujudkan mewujudkan situasi Kamtibmas yang stabil dan kondusif. Polri sukses melakukan pencegahan konflik, penjagaan demonstrasi, penanganan terorisme, pemberantasan narkoba, menekan angka kejahatan konvensional, seperti premanisme dan kejahatan jalanan serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” katanya.
Menurutnya, kesuksesan Polri tersebut tidak terlepas dari bantuan, dukungan serta kerjasama dengan komponen negara dan elemen masyarakat. Karena itu, dirinya juga ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh elemen masyarakat beserta instansi terkait yang telah mendukung pelaksanaan tugas Polri.
“Ke depan, dukungan semua elemen bangsa tersebut, semakin diperlukan karena tantangan yang dihadapi Polri akan semakin berat. Fenomena globalisasi, demokratisasi dan kemajuan teknologi informasi pasti mempengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti meningkatnya kejahatan transnasional, khususnya terorisme yang menjadi benalu bagi persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.
Ia menuturkan, aksi terorisme telah menelan banyak korban yang tidak berdosa, termasuk anak balita, juga telah memakan korban insan-insan Polri, seperti kasus ledakan bom di Sarinah dan Kampung Melayu. Selain terorisme, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, penyelundupan senjata dan kejahatan siber juga merusak dan mengancam masa depan bangsa Indonesia. Karena itu mereka harus dikejar dan dihancurkan.
“Selain itu, potensi konflik horizontal maupun vertikal, dengan isu-isu primordial seperti masalah suku, agama dan ras keturunan juga akan meningkat. Sehingga Polri melakukan langkah antisipasi dini agar situasi Kamtibmas stabil dan energi bangsa tidak habis untuk hal-hal yang tidak produktif seperti ujaran kebencian, fitnah dan provokasi,” ungkapnya.
Diakhir sambutannya Presiden RI memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui upaya-upaya di antaranya perbaiki manajemen internal Polri untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan dan arogansi kewenangan, mantapkan soliditas internal dan profesionalisme Polri guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, optimalkan modernisasi Polri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.
Instruksi lainnya disebutkan juga setiap Polri agar dapat meningkatkan kesiapsiagaan opersional, melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi Polisional proaktif. Dengan demikian, Polri tetap dapat lincah bertindak dalam menghadapi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat pemerintah maupun masyarakat serta kolega internasional sebagai implementasi pendekatan sinergi polisional, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. (nav)