Kualitas Beras Petani Paser Belum Memenuhi Standar Bulog
2 menit baca1.597 kali dibaca

TANA PASER- Persaingan antara produk lokal dan produk impor nampaknya juga berpengaruh sampai kepada petani beras di Kabupaten Paser. Pasalnya dari 3.400 ton beras Bulog pada tahun 2018, hanya 15 persen beras petani Paser yang mampu diserap Badan Urusan Logistik (Bulog) Paser. Hal tersebut dikarenakan beras petani Paser tidak bisa memenuhi kriteria permintaan Bulog.
Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Tanah Grogot Rendy Hidayat mengatakan ada beberapa kriteria yang tidak terpenuhi sehingga pihaknya tidak bisa menerima semua beras petani di daerah itu. Kriteria yang dimaksud yakni kadar air 14 persen, butih patah 20 persen, menir 2 persen, dan derajat sosoh 95 persen. “Kebanyakan beras petani lokal memiliki kadar air, kadar menir dan tingkat kepatahan yang tinggi,” ucap Rendy, Kamis (30/8).










