"Ini bagian dari jenjang organisasi, karena pada tahun 2015 KNPI Kaltim yang dipimpin oleh Ibu Dayang Dona Awang Faruk melaksanakan musda di Paser, dan terbentuk kepengurusan, tapi beberapa waktu yang lalu pengurus yang ada malah melaksanakan musda tanpa ada intruksi dari atas, sehingga kepengurusan itu kami karateker dan diinstruksikan secepatnya melaksanakan musdalub," ungkap Wibowo.
Menurut Wibowo sejak awal kepengurusan KNPI Kabupaten Paser tidak terjadi dualisme sejak Musda tahun 2015.
"Kepengurusan yang ada berjalan dengan kondusif dan tidak pernah ada kendala, sehingga dipastikan tidak ada dualisme di tubuh KNPI Paser," Tegasnya.
Selanjutnya ia berharap kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan demokratis dan hasilnya bisa memberikan dampak positif kepada pemuda Paser.
Penulis: Dwi Cahyo
Editor: Supiansyah