Jumlah warga yang akan dilakukan pemasangan jargas itu tersebar di Kelurahan Penajam, Gunung Seteleng, Nenang, Nipah-Nipah dan Sungai Parit.
Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Sekretariat Kabupaten PPU, Ahmad Usman, menyatakan penggalian aliran pipa Jargas sudah dilakukan. Bahkan sebanyak 100 orang di lima Kecamatan yang sempat menolak pemasangan, kembali berlomba-lomba untuk mendapatkan pemasangan jargas.
Sebelum melakukan pemasangan, pihak kontraktor yang ditunjuk Kementerian ESDM terlebih dulu melakukan survei terhadap 4.002 rumah tangga tersebut. Terdapat 100 warga di lima kelurahan yang pernah menerima, berubah pikiran dna menolak pemasangan.
“Pada saat mulai bekerja dan melihat kenyataan dilapangan, yang tadinya kurang berkenan untuk memasang, justru ingin memasang lagi,” ungkapnya, Jumat (20/7) kemarin.
Bahkan, menurut Ahmad Usman, terdapat sejumlah warga yang tidak masuk daftar ingin memasang tapi tidak bisa diakomodir. Sebab alokasinya dibatasi 4.002 sambungan jaringan gas rumah tangga.
Pada tahun ini, Pemkab PPU kembali mengusulkan sebanyak 15.000 sambungan jaringan gas rumah tangga kepada Kementerian ESDM dan dipusatkan di Kelurahan Lawe-lawe, Girimukti dan Petung.
“Mengenai realisasi nantinya itu kewenangan pusat, upaya kita hanya memberikan informasi, tapi kita harapkan pemasangan yang ada ini, berjalan lancar, sehingga usulan itu dapat diakomodir,” tuturnya. (wn)