Bahkan, dari data ASN dan THL yang mengisi absensi seperti Dinas Ketahanan Pangan, hanya Kepala Dinas Surito Widarie yang menghadiri kegiatan itu. Bahkan, dari Dinas Kebudayaan tidak satu pun pegawai maupun THL yang menghadiri acara tersebut.
Kegiatan serupa pada Rabu (18/7) lalu justru dihadiri ribuan orang dengan mengundang tokoh masyarakat, kecamatan, kelurahan, kepala desa, tenaga kesehatan maupun guru ASN dan THL.
Dalam pertemuan itu, Yusran yang didampingi Sekda PPU, Tohar menyampaikan permohonan maaf sebab banyak keinginan para ASN maupun THL yang tidak terakomodir. Salah satu penyebabnya, kata dia, kondisi keuangan daerah.
Ketika ditemui, Yusran tidak mempermasalahkan tingkat kehadiran pegawai di acara itu. “Tidak ada masalah, tapi memang niatnya kan ingin menyampaikan kepada seluruh pegawai maupun honorer supaya mengetahui persoalan kita ini,” bebernya.
Ditambahkannya, ia telah menitip pesan kepada pejabat agar ke depannya dapat memberikan gaji berkala kepada pegawai honorer yang ada di Kabupaten PPU.
“Kalau bisa setiap dua tahun, gaji honorer dinaikkan secara berkala, jadi ada pembeda kepada THL yang lama dan baru, itu harus kembali dimulai, itu pernah saya lakukan pada periode pertama,” pungkasnya. (wn)