Karoding menyampaikan bahwa rapat hari ini sebagai tindak lanjut dari aksi petani kelapa sawit pada Senin (16/7) lalu. “Pemanggilan pihak perusahaan ini sebagai tindak lanjut dari aksi kemarin. Bupati langsung melakukan pemanggilan kepada seluruh pimpinan perusahaan pengolahan kelapa sawit,” ujarnya.
Namun, dalam rapat tersebut pimpinan rapat memberikan waktu kepada perusahaan untuk menyampaikan kendala yang dialami. “Kami sudah mendengarkan seluruh kendala perusahaan kelapa sawit, apa yang menjadi alasan tidak bisa mengakomodir secara keseluruhan TBS dari masyarakat,” ungkapnya.
Permasalahan di tiap perusahaan beragam, ada yang memang kewalahan atau lebih dari kapasitas yang bisa ditampung, ada juga yang dikarenakan alat pengolahan sawit yang rusak, bahkan ada juga perusahaan yang memaksakan alatnya tetap beroperasi meski sudah melewati batas kemampuan.
Namun, ia berharap kepada perusahaan agar tetap bisa membantu warga dengan cara menerima TBS dari petani. “Supaya buah sawit masyarakat tidak membusuk sia-sia,” ungkapnya.
Isntruksi bupati kepada perusahaan agar menyampaikan hasil rapat ke manajemen pusat dan segera dibuatkan jawaban tertulis. “Surat intruksi Bupati Paser sudah kami serahkan, dan kami sudah meminta kepada perwakilan PKS untuk melaporkan kepada atasannya dan segera membuat jawaban tertulis dan harus disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Paser,” tegasnya.
Soal kapan jawaban diterima Pemkab, kata dia, lebih cepat lebih baik. “Karena ini urusan perut, ini tidak bisa dianggap sepele, kami harap secepatnya pihak perusahaan harus sudah memberikan balasan terkait intruksi bupati ini, agar kami bisa mencarikan solusi lebih lanjut,” pungkasnya. (dc1217)