Sejak mulai menjadi Bupati PPU pada periode 2003-2008 dan 2013-2018, Yusran sudah membuat sejumlah gagasan, salah satunya adalah merancang tatanan kawasan pemerintahan yang dipusatkan di Kilometer 09 Nipah-nipah, Kelurahan Penajam, seperti yang sudah ada saat ini.
Kawasan pemerintahan itu dilengkapi fasilitas jalan yang memuaskan dan menjadikan wajah Kabupaten PPU menjadi indah. “Dulu bisa saja diawal kepemimpinan saya usulkan, misalnya kantor bupati menggunakan atap sirap dengan alasan sebagai ciri khas daerah, atau Kantor Bupati berada di Kelurahan Petung, kemudian Kantor DPRD berada di Kelurahan Penajam. Namun itu tidak lakukan karena pastinya sangat menyulitkan masyarakat Kabupaten PPU dalam berurusan dengan pemerintah daerah,” ungkap Yusran Aspar, Kamis (5/7) Kemarin.
Selain penataan kawasan pemerintahan, dia juga telah membangun ratusan kilometer jalan penghubung antar wilayah di PPU yang sebagian besar telah dibetonisasi.
Bahkan, untuk peningkatan jalan-jalan strategis, dia berhasil memperoleh kepercayaan kepada PT SMI untuk melakukan pinjaman dana bagi kelancaran pelaksanaan pembangunannya.
Dirinya membeberkan bahwa pondasi atau dasar pembangunan di Kabupaten PPU telah dirancang dengan perencanaan yang baik.
“Siapapun kepala daerah nantinya diharapkan dapat meneruskan pelaksanaan pembangunan itu dengan berbagai program yang telah ada untuk kemajuan daerah yang bermuara pada kesejahteraan seluruh masyarakat,” jelasnya.
Beberapa contoh perencanaan pembangunan yang menjadi kebanggaan dan keberhasilan PPU, kini dan kedepan adalah telah tersedianya Kawasan Industri Buluminung (KIB) dengan berbagai investasi yang ada di dalamnya seperti fasilitas pelabuhan Benuo Taka, yang menyandang tiga fungsi sekaligus yaitu sebagai pelabuhan umum, pelabuhan CPO dan pelabuhan batubara dan telah mampu menjadikan salah satu sumber PAD.
Di Kawasan KIB, PT Waskita Karya juga telah membangun sebuah Pabrik Preecast untuk wilayah timur Indonesia dan progres pembangunannya telah mencapai 90 persen.
Proyek berskala besar lainnya adalah pembangunan Kereta Api (KA) Borneo dan Tekhno Park dari Russian Railways, pelabuhan Group PT Astra, dok Kapal, National Science Technopark, pabrik Pulb dan Paper PT Agra Bareksa serta investasi lainnya yang berskala besar dengan nilai investasi triliunan rupiah. (Wn)