Namun, ketika ingin membuktikan dugaan itu, sebanyak enam orang wanita yang berada di dalam kamar enggan membuka pintu, Peristiwa ini memancing perhatian kedua kubu massa lalu berkumpul di dua tempat berbeda. Nyaris terjadi bentrokan, terlebih massa saling mengacungkan benda tajam. Namun, hal itu langsung diantisipasi oleh pihak kepolisian dan TNI.
Setelah berada di kamar penginapan Venus kurang lebih 8 jam, akhirnya sekitar pukul 03:00, Minggu (24/6), keenam orang itu keluar dari kamar dan dievakuasi ke tempat yang aman oleh aparat keamanan.
Tetapi sejumlah orang tersebut tidak membawa barang-barang yang berada dalam kamar sesuai dengan persetujuan kedua pihak dan aparat keamanan. Setelah dikeluarkan, kamar itu langsung disegel dan dikunci, kemudian sekitar pukul 13:30 Wita, Panwaslu melakukan pemeriksaan.
Kuasa Hukum Abdul Gafur Mas’ud-Hamdam, Agus Amri ketika ditemui di lokasi, mengatakan telah dilakukan pemeriksaan kamar dan disaksikan oleh Panwaslu maupun kuasa hukum Andi Harahap-Fadli Imawan, tetapi tidak ditemukan indikasi money politic. “Dari apa yang sama-sama kita saksikan dan yang disampaikan oleh Panwaslu, tidak ada bukti atau indikasi kearah dugaan politik uang,” paparnya.
Dia juga menyatakan, pihak keluarga terduga merasa tidak nyaman dengan kejadian ini hingga menimbulkan efek psikologis. “Saya bisa menyatakan beliau-beliau tersebut adalah korban sebab faktanya tidak ada, itu isapan jempol dan omong kosong, mereka sampai tertekan hingga pingsan. Sekali lagi saya tekankan ini tidak ada hubungannya dengan Pilkada,” jelasnya.
Sementara itu, kuasa hukum dari Andi Harahap-Fadli Imawan membeberkan bahwa dalam pemeriksaan ditemukan nasi bungkus dan sejumlah uang dengan lembaran Rp100 ribu.Sayangnya, ia tidak dapat berbuat banyak karena tidak diberikan kewenangan dalam proses penggeledahan.
“Ada uang, memang tidak terlalu banyak dan saya tidak memastikan jumlahnya dan pihak mereka mau buat berita acara. Jangan sampai itu dibuat untuk menyerang kami, karena bagaimanapun caranya, saya harus bertahan demi hukum, kalau memang terdapat bahasa ada Ormas, saya harus melindungi, apapun yang terjadi,” ujarnya.
Ketua Panwaslu PPU, Daud Yusuf menjelaskan pihaknya sudah meminta konfirmasi mengenai adanya uang yang ditemukan di dalam sebuah kamar ketika proses pemeriksaan. “Pengakuannya uang itu hanya untuk kebutuhan dia,” paparnya.
Tak terima dengan tuduhan itu, kubu dari pasangan calon Bupati Abdul Gafur Mas’ud-Hamdam melapor ke Polres PPU. Sebanyak 12 orang yang dilaporkan. Namun, jumlah itu dimungkinkan akan terus bertambah lantaran di penginapan Venus terdapat ratusan orang yang disebut melakukan tindakan persekusi, pembohongan publik, pelanggaran HAM hingga premanisme. (Wn)