Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Nicko Herlambang, ketika dihubungi, menyatakan pelaksana terus lakukan pekerjaan, walaupun, sebelum Idul Fitri 1439 H, hanya dilakukan penanganan yang bersifat sementara, kepada sejumlah ruas jalan yang berlubang.
“Sebelumnya, jalan yang berlubang itu hanya ditambal sementara jelang arus mudik maupun balik, tapi setelah itu, akan dikerjakan seperti yang telah ada di beberapa titik,” ungkapnya, Selasa (19/6).
Berdasarkan hasil pantauan media ini, pihak pelaksana telah bergerak melakukan perbaikan penggalian badan jalan menggunakan alat berat, sehingga kegiatan itu menekan angka kecelakaan lalulintas, khususnya bagi pengendara kendaraan roda dua yang kerap menabrak lubang sehingga terjatuh.
Sementara, jalan nasional yang terlebih dahulu mendapatkan penanganan dengan cara riggit beton, di Kilometer 18 Kelurahan Petung, belum dapat digunakan, sehingga masih menggunakan satu ruas jalan.
Perbaikan jalan rusak di sepanjang wilayah Kabupaten PPU tersebut merupakan program perbaikan dan perawatan jalan negara 2018 dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Nicko membeberkan, jalan nasional di Desa Api-api Kecamatan Waru, yang mengalami longsor juga include dalam pekerjaan itu, namun desain perbaikan mengalami revisi sehingga belum dapat dikerjakan. “Pelaksanaan masih menunggu arahan dari PPTK Pusat, karena ada perubahan desain, makanya tertunda, bukan kontraktor yang tidak mau mengerjakan, tapi ada perubahan desain, itu dalam waktu dekat baru diberikan,” jelasnya. (Wn)