“Ada 120 personel, itu nanti dibagi di dua pos pengamanan, pelayanan dan terpadu, kalau pos terpadunya itu di area Pelabuhan Penyebrangan Kelurahan Penajam, pos pelayanan di Kelurahan Petung, kalau pos pengamanan di area pariwisata,” ujarnya, Selasa (6/6).
Operasi Ketupat Mahakam 2018 akan digelar mulai 7-24 Juni 2018 untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Idulfitri 1439 H.
Bupati PPU Yusran Aspar ketika membacakan amanat Kapolri, menjelaskan pada 2018 ini, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjadi perhatian. Meskipun pada 2017 lalu, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan dapat terjaga dan tidak menimbulkan kelangkaan.
Hal itu didasari kerjasama dari semua instansi yang sangat berperan aktif seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan maupun Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Pada tahun ini, potensi permasalahan masih berkisar pada masalah distribusi pangan, penimbunan pangan yang dilakukan mafia pangan maupun perilaku negatif pelaku yang menaikkan harga diatas yang ditetapkan,” tandasnya.
Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, harap Yusran, seluruh stakeholder diminta proaktif agar permasalahan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan dapat teratasi.
Sementara, Polres Paser menyiagakan 148 personilnya guna mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini. Untuk memastikan kesiapan personel, digelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2018. Apel tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Paser yang dipimpin langsung Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra, Rabu (6/6).
“Sekitar 148 prajurit sudah kami siapkan untuk melaksanakan pengamanan di beberapa titik yang telah kami tentukan,” ujar Roy.
Pihaknya juga menyiagakan personel di pusat keramaian dan tempat ibadah. “Kami juga akan meningkatkan patroli gabungan antara Polri dan TNI,” tukasnya.
Selain melaksanakan patroli, didirikan 5 pos di sejumlah titik rawan. Lima pos tersebut meliputi, satu pos terpadu di Simpang Plaza Kandilo Tanah Grogot, 2 Pos Pelayanan di terimnal KM 7 dan Terminal Kuaro, serta dua pos Pengamanan di Gunung Rambutan dan Longkali. Ia juga mengingatkan titik-titik rawan kecelakaan, salah satunya di KM 9 Tanah Grogot.
Selanjutnya Kapolres Paser menyampaikan ada empat target yang ingin dicapai dalam operasi yang digelar 6 – 24 Juni tersebut. Diantaranya memantau dan mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran, melakukan pengawasan terhadap bahan pokok, menekan angka kejahatan yang marak terjadi seperti premanisme, copet dan jambret. Terakhir, antisipasi serangan aksi terorisme.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh pengendara agar berhati-hati dalam berkendaraan. Bagi yang tak mudik agar meningkatkan siskamling. “Warga yang akan mudik agar melapor kepada Ketua RT setempat sebelum meninggalkan rumah. Untuk mencegah pencurian dengan sasaran rumah kosong,” pungkasnya. (wn/dc1217)