Penggalangan dana tersebut dilakukan para Guru PNS dan nantinya akan diserahkan kepada guru Non PNS di setiap ranting PGRI di 10 Kecamatan.
Ketua PGRI Kabupaten Paser M Yunus Syam saat dikonfirmasi membenarkan perihal aksi penggalangan dana yang dicetuskan oleh anggota organisasi profesi guru tersebut.
“Benar bahwa ada aktivitas penggalangan dana yang dilakukan rekan-rekan pengurus ranting. Kegiatan tersebut akan terus dilakukan hingga dana terkumpul, selanjutnya dana tersebut akan diberikan kepada guru-guru Non PNS yang tidak memperoleh THR,” tukasnya, Senin (4/6).
Yunus mengungkapkan jika gerakan tersebut adalah bentuk solidaritas sesama guru dan sifatnya suka rela atau tidak berbentuk paksaan. “Perlu kami garis bawahi jika penggalangan dana ini merupakan aksi solidaritas sehingga tidak ada unsur paksaan dan jumlahnya juga bervariasi,” ucap Yunus.
Aksi penggalangan itu berawal dari banyaknya curhatan atau keluhan guru non PNS yang tidak memperoleh THR menjelang perayaan hari raya Idul Fitri.
Menurut Yunus, aksi tersebut disambut positif oleh sebagian rekan-rekan sesama guru di seluruh Kecamatan di Kabupaten Paser. Namun, tidak banyak pula guru yang keberatan dengan alasan aksi tersebut memberatkan.
“Aksi ini kami serahkan kepada ketua ranting di setiap kecamatan sehingga pengurus rantinglah yang bertanggung jawab mengumpulkan dana dan membagikannya. Sampai hari ini saya mendapat kabar jika ada ranting yang telah menyerahkan dana hasil penggalangan kepada guru non PNS yang terdata di wilayahnya,” ungkapnya.
Menurutnya, guru yang terdata dan tergabung dalam Organisasi PGRI telah mencapai 5.000 jiwa. Jumlah antara guru PNS dan non PNS kurang lebih sama. Ia berharap kesejahteraan para guru di Paser dapat terus ditingkatkan.
“ Kami Pengurus PGRI berharap ke depannya THR juga dapat diberikan kepada para guru non PNS yang juga berjuang bersama-sama mencerdaskan anak bangsa. Dan kami juga berharap melalui aksi ini hubungan kekeluargaan antar guru dapat semakin dipererat,” pungkasnya. (dc1217)