Jika petugas mendapati warung makan yang tetap buka siang hari, maka diberikan teguran. “Kami akan lakukan teguran dan pendekatan kepada pemilik warung,”terangnya.
Menurutnya, teguran dilakukan terhadap pemilik warung karena sudah imbauan Bupati Paser tentang penutupan sementara usaha warung makan selama bulan suci Ramadan.
“Kami juga masih punya hati, walau pun kami sudah sebarkan imbauan Bupati Paser, kami juga akan tetap melalui prosedur penertiban yang ada, yaitu dimulai dengan teguran baik secara lisan ataupun tertulis kemudian penyegelan bahkan bisa pada penutupan dan pembongkaran,”terangnya.
Baru-baru ini petugas menyegel 5 rumah yang terindikasi dijadikan tempat prostitusi terselubung. “Masih dalam waktu seminggu pelaksanaan puasa kami dapat informasi bahwa ada beberapa rumah yang kedoknya sebagai warung kopi tapi ternyata juga menjajakan layanan prostitusi. Kami langsung melakukan penyelidikan hingga penyegelan,” tegasnya.
Kepala Seksi Penyelidikan, Penyidikan dan Penindakan Nur Alam menyampaikan penyegelan tersebut merupakan tindakan awal untuk memberikan efek jera terhadap pemilik warung. “Warung atau rumah yang kami segel merupakan warung yang terindikasi digunakan sebagai tempat tindakan asusila, setelah penyegelan kami memeriksa pemilik warung, kemudian kami akan lakukan penyidikan dengan memanggil saksi terkait keberadaan warung tersebut,” jelas Alam.
Selanjutnya, jika terbukti, maka sesuai perda yang berlaku, pemilik rumah akan dikenai sanksi. “Kalau sudah terbukti di pengadilan bahwa sudah terjadi pengalihan fungsi, yang tadinya hanya sebagai rumah atau hanya warung kopi, tapi ternyata didalamnya malah digunakan sebagai tempat prostitusi, maka pemilik warung tersebut akan dikenai sangsi berupa denda ataupun kurungan, bahkan pemda memiliki kewenangan untuk membongkar warung tersebut,” tegas Alam.
Saat ini pihaknya terus melakukan upaya pendekatan terhadap masyarakat untuk menggali informasi tentang keberadaan warung yang dialih fungsikan. “Kami hanya berharap agar sekiranya masyarakat juga mendukung upaya kami sehingga keberadaan tempat prostitusi bisa kita minimalisir,” pungkasnya. (dc1217)