Oleh karena itu, jika ada pasangan calon di Pilgub dan Pilbup 2018 yang menolak terbangunnya jembatan sepanjang kurang lebih 5,5 kilometer dengan ketinggian 50 meter, agar tidak dipilih oleh warga PPU.
“Mudah-mudahan kedepan jembatan segera terwujud, jadi kalau ada calon kepala daerah yang tidak mendukung jembatan Tol Teluk Balikpapan jangan saudara dukung, jangan dipilih. Ini pesan saya,” ujarnya.
Hal itu lantang dikatakannya karena masih terdapat suara sumbang yang kurang sependapat dengan pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan padahal itu telah berdasarkan dengan kajian yang cukup panjang.
Menurut Yusran, dalam proses kajiannya tersebut tidak tanggung-tanggung sebab diawali dengan pradesain dari Institut Teknologi Surabaya, finalisasi oleh pakar di Institut Teknologi Bandung dan mendatangkan konsultan independen dari Singapura maupun dua profesor untuk meneliti kembali hasil yang dilakukan tersebut.
Dari hasil tersebut, jembatan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan-Kabupaten PPU itu dinilai layak secara teknis, ekonomi dan finansial. “Ke depan ekonomi kita pasti akan tumbuh, kajiannya seperti itu, kemudian layak secara finansial, berapa pun biaya yang tercantum dalam perencanaan, pengusaha akan minat melakukan investasi, jangan ada keraguan sedikit pun, jangan ada lagi komentar tentang Jembatan Tol Teluk Balikpapan,” jelasnya. (Wn1017)