Jajaran Inspektorat Kemenhub tidak hanya melakukan pemantauan di pelabuhan di PPU, namun juga di sejumlah pelabuhan besar di Kaltim yang selama ini dianggap tidak berjalan efektif.
Tetapi, setelah memperoleh penjelasan langsung dari Bupati PPU tentang pembangunan pelabuhan Benuo Taka, jajaran Inspektorat Kemenhub baru mengerti mengenai permasalahan yang ada bahkan siap memberikan dukungan mengenai perluasan pembangunan pelabuhan.
Pelabuhan milik pemerintah daerah itu diketahui telah beroperasi kurang lebih setahun setelah mendapatkan izin pengoperasian sebagai pelabuhan bongkar muat dan pengapalan dari Kemenhub. “Sementara pelabuhan diperuntukkan sebagai loading batu bara, pengiriman CPO (crude palm oil) dan sebagainya, bahkan kami optimis Pelabuhan Benuo Taka, PAD (pendapatan asli daerah) akan meningkat salah satunya melalui penarikan retribusi pelabuhan yang ada,” pungkasnya.
Bupati Kabupaten PPU Yusran Aspar bersyukur pembangunan di Kaltim termasuk Kabupaten PPU terus memperoleh pantauan dari jajaran pemerintah pusat dan diharapkan tidak hanya sekedar melihat, namun dapat memberikan dukungan terhadap pembangunan di daerah. “Alhamdulillah setelah memperoleh penjelasan tentang prospek saat ini dan ke depan milik pemda ini. Jajaran Inspektorat Kemenhub justru sangat mendukung untuk perluasan pembangunan pelabuhan yang telah kami usulkan tersebut,” tutupnya. (wn1017).