Ia juga menyampaikan telah melakukan perbaikan jaringan yang dinilai urgen dan yang nantinya dapat memperkuat suplai aliran listrik ke masyarakat. “Perbaikannya pada tiang listrik yang dikhawatirkan longsor sudah kami pindahkan dan perbaikan proteksi jaringan, sehingga nanti untuk penormalannya tidak membutuhkan waktu yang lama dan jika terjadi pemadaman tidak meluas,” katanya.
Ia juga menyampaikan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengupayakan listrik tersalurkan selama 24 jam. “Sampai saat ini kami masih mengupayakan agar listrik bisa tersalurkan sampai pada 24 jam, kecuali untuk wilayah Kerang dan sekitarnya, tapi kalau untuk wilayah kota kabupaten akan kami usahakan untuk tetap menyala hingga 24 jam,” tegas Luki.
Ia juga tidak bisa memungkiri jika terjadi musibah yang mengakibatkan kerusakan pada jaringan listrik. “ Kami tetap usahakan untuk meminimalkan padamnya listrik, Tapi jika nanti ada terjadi musibah di luar kuasa kita sebagai manusia, kami tetap akan menanganinya dengan sigap, agar padamnya listrik tidak terjadi lama,” ungkapnya.
Luki mengharapkan kepada masyarakat agar tetap melakukan penghematan listrik. Pasalnya pada saat Ramadan penggunaan listrik rumah tangga dapat dipastikan meningkat. “Biasanya kalau sudah jam 10 ke atas kebanyakan orang kan sudah istirahat dan memadamkan sebagian lampu di rumah, Tapi kalau bulan Ramadan sudah pasti sekitar jam 2 ibu-ibu bangun untuk mempersiapkan hidangan sahur, sudah pastikan yang biasanya lampu tidak dihidupkan pada saat itu malah dihidupkan,” katanya. (dc1217)