Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar, ketika ditemui menyatakan tidak adanya anggaran pengoperasian videotron membuat fasilitas yang dibangun pemerintah daerah itu tidak menyala.
“Biaya pengadaan listrik yang menggunakan sistem token atau isi ulang pulsa listrik yang terpasang di tiga lokasi itu mencapai sekitar Rp12 juta per bulan,” ungkapnya, Selasa (15/5).
Melihat kendala itu, Tohar berharap besar agar Diskominfo Penajam Paser Utara segera menggandeng pihak ketiga untuk bisa mengoperasionalkan videotron yang telah terpasang itu meskipun pemerintah tidak mendapatkan keuntungan dari fasilitas tersebut.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, alat publikasi yang berada tidak jauh dari Masjid Islamic Center Kelurahan Nipah-Nipah, kini memprihatinkan lantaran tidak menyala.
Hal itu juga terjadi kepada videotron yang berada di Kelurahan Petung, bahkan alat yang dibangun pada 2015 di Kelurahan Petung telah memakan badan jalan akibat pelebaran ruas jalan, sehingga cukup membahayakan pengendara kendaraan terlebih posisinya tidak menyala.
Sebelumnya, pembangunan videotron itu mendapatkan cemoohan dari warga setempat, sebab dinilai pembangunan itu belum layak lantaran masih terdapat sejumlah infrastruktur yang memerlukan biaya. (wn1017)