Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten PPU, Ahmad Usman ketika ditemui media ini membenarkan kendala akses darat tersebut.
“Akses jalan di Sepaku cukup sulit dilalui sehingga kemungkinan akan dibawa menggunakan kapal feri, sebab dalam sehari bisa sampai 3 kali, itu sekalinya bisa memuat sampai 13 ton,” ungkapnya, Selasa (15/5) Kemarin.
Dijelaskannya, rutinitas pengelolaan SPBE di Kecamatan Babulu kini sudah mulai berjalan. Sejumlah tabung elpiji 3 Kilogram sudah mulai terisi. “Persediaan tabung gas elpiji 3 kilogram yang ada di SPBE itu kurang lebih ada 4.000 tabung. Kalau sudah dimandatkan dari Pertamina kesini, maka semua pelayanan terhadap PPU dan Paser akan diisi Babulu,” bebernya.
Kebutuhan tabung elpiji masyarakat di empat Kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat mencapai kurang lebih 1.700.000 tabung dalam satu tahunnya.
Usman menambahkan sejauh ini pemerintah daerah belum dapat memberlakukan larangan pemakaian elpiji berwarna hijau itu kepada ASN meskipun telah ada imbauan dari pemerintah Pusat maupun provinsi Kaltim.
“Memang harapan dari pemerintah, ASN tidak dibolehkan memakai gas subsidi 3 kilogram, tapi di PPU kami belum memberlakukan itu sepanjang belum ada surat pemberitahuan dari Bupati,” tutupnya. (wn1017)