Sejak ditutupnya posko tanggap darurat bencana longsor (25/4) lalu, BPBD Kabupaten PPU mencatat bantuan beras 2.580 kilogram, mie instan 301 dus, susu kaleng 104 buah, minyak goreng 273 liter, gula 172 Kg, Telur ayam 61 rak dan uang tunai sebesar Rp 106.824.300.
Hasil keputusan bersama, BPBD Kabupaten PPU telah membeli lahan seluas kurang lebih satu hektare di Desa Telemow lantaran masyarakat tidak ingin direlokasi keluar dari wilayah itu, meskipun sebelumnya pemerintah kabupaten menawarkan ke Trunen, Desa Bumi Harapan.
“Sudah dilakukan pembelian lahan yang dananya berasal dari sumbangan uang tunai masyarakat selama pembukaan posko tanggap darurat sebesar Rp 60.000.000 untuk 23 KK korban terdampak,” jelasnya.
Lanjutnya, sisa perolehan dana bantuan tunai dari Posko tanggap darurat itu telah diserahkan kepada Desa Telemow untuk dibagi rata kepada korban terdampak sebanyak 21 pemilik rumah. “Sudah kami serahkan kepada pihak Desa Telemow,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Kedaruratan BPBD PPU Samudri menjelaskan pihaknya telah mengusulkan bantuan dana pembangunan rumah korban bencana tanah longsor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan turun untuk melakukan pendataan dan menyurvei lokasi bencana tanah longsor yang terjadi 11 April lalu. “Kami berharap bantuan dana siap pakai dari BNPB, agar secepatnya membangun rumah untuk korban,” harapnya. (wn1017).