Abdul seorang pedagang buah yang sudah direlokasi ke pasar penampungan mengatakan sangat keberatan beberapa pedagang buah bisa berjualan di pinggir sungai Kandilo.
“Dulu kami berjualan seperti itu dilarang, malah Lapak yang sudah kita buat dulu dibongkar dan kami harus pindah ke area pasar penampungan, sekarang kenapa masih ada pedagang buah yang berjualan di sekitar sungai kandilo, kenapa mereka tak ditegur oleh petugas,” jelasnya, Sabtu (21/4).
Menurut Abdul, ia dengan hati lapang siap dipindahkan karena saat itu petugas akan menindak setiap penjual buah di luar dari pasar penampungan. “Dulu waktu kami diminta untuk pindah ke lapak yang sudah dibuat oleh pemerintah, pemerintah mengaku akan menindak setiap penjual buah yang berjualan dil uar pasar penampungan, nah sekarang, tuh mereka sudah muncul, tapi kenapa belum ada tindakan,” keluh Abdul.
“ya, kalau mereka diluar sana tidak ada penindakan, kami juga sewaktu-waktu bisa keluar lagi untuk berjualan. Karena jualan kami tidak akan laku kalau mereka yang diluar sana masih ada yang berjualan,” imbuhnya.
Berdasarkan pantauan media ini sekurangnya dalam 1 hari ada 6 pedagang yang berjualan di tepian Sungai Kandilo, tepatnya di bagian sisi timur Masjid Agung Nurul Fallah. Mereka berjualan dengan menggunakan mobil bak terbuka. (dc1217)