Kepala Desa Muara Andeh Samuel Reza mengatakan bahwa 60 KK dari dua RT di desanya pernah merasakan penggunaan listrik. “Yang belum pernah merasakan listrik ada di RT 3 dan RT 4, yang lainnya sudah menggunakan mesin Generator (Genset) sebagai penerangan, tapi itu juga hanya sebagian,” ujar Samuel.
Lanjut Samuel, sebagian warga terpaksa menggunakan getah pohon meranti untuk penerangan sebagai pengganti minyak tanah. “Kalau listrik masuk ke desa kami, saya akan menggelar syukuran selama tujuh hari tujuh malam karena ini impian kami selama ini,” tuturnya.
Menurut Samuel, asap hitam yang dihasilkan dari getah pohon tersebut dapat mengganggu pernafasan.
Manager PLN Rayon Tanah Grogot Rahmanto saat dihubungi mengatakan sampai sejauh ini belum ada rencana perluasan jaringan ke Muara Andeh.
“Belum ada rencana untuk perluasan jaringan, tapi karena adanya informasi ini, kami akan melakukan survei terkait potensi di Muara Andeh, kemudian akan diusulkan ke manajemen PLN Wilayah Kaltimra,” jelas Rahmanto.
Dia mengaku baru mengetahui soal masih banyak Kepala Keluarga di Desa Muara Andeh yang belum menikmati listrik.
“Mungkin karena keterbatasan dan padatnya jadwal perawatan jaringan sehingga kami tidak mengetahui jika saat ini ada desa yang belum menikmati listrik,” imbuhnya. (dc1217).