Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindagkop Marwan Natsir mengatakan, harga diyakini sudah stabil setelah melihat berkurangnya antrean warga dalam Operasi Pasar yang dilaksanakan awal Maret ini di Desa Batu Kajang. “Operasi pasar awal Maret ini kami siapkan 1 truk fuso lagi yang berisi 1.120 tabung elpiji,” ujar Marwan.
Karena jumlah peminat sudah berkurang, imbuhnya, disimpulkan bahwa kondisi harga tabung gas elpiji 3 Kg sudah aman.
Walaupun begitu, pihaknya tetap mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dengan cara menyiapkan ribaun tabung di dua agen resmi Pertamina. “Kami masih menyiapkan satu trul fuso berisi tabung elpiji yang siap didistribusikan jika sewaktu-waktu ada lonjakan harga di dua kecamatan tersebut,”tukasnya.
Selain itu, tambahnya, ada 300 tabung juga yang dititipkan di salah satu pangkalan di Kecamatan Muara Samu untuk membantu menstabilkan harga.
Marwan menuturkan, Pertamina memberikan jatah sebanyak 16.400 tabung untuk Kabupaten Paser selama melakukan Operasi Pasar pada Februari ini. “Dari jatah yang sudah disiapkan oleh Pertamina, kami baru menghabiskan jatah sebanyak 5.600 tabung atau sebanyak 5 fuso,” jelasnya.
Sedangkan untuk operasi pasar awal Maret sebanyak 1.120 dan titipan di pangkalan Muara Samu sebanyak 300 tabung. “Jika dikalkulasi, jatah Operasi Pasar bulan lalu masih tersisa 7.530 tabung. Rencananya sisa tabung tersebut akan kita distribusikan dalam Operasi Pasar di wilayah lainnya,” jelas Marwan.
Namun, sebelum melaksanakan Operasi Pasar lanjutan, melanjutkan pihaknya akan dilihat dulu kecamatan atau desa yang membutuhkan atau tidak terdapat pangkalan elpiji di daerah tersebut. (dc1217)