Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata dan Pengawasan Masyarakat Tanjung Tengah Muskarim, tahun sebelumnya, dermaga itu dipadati ribuan pengunjung saat memasuki bulan puasa dan pascalebaran.
“Kurang lebih empat bulan lagi menjelang lebaran hingga kini tidak ada perhatian dari instansi terkait mengenai jembatan dermaga yang terletak di wilayah Salo Punggawa padahal kini kondisinya memperhatikan,” ungkap Muskarim, Jumat (2/3).
Dia menyayangkan jembatan dermaga yang menjadi salah satu destinasi wisata dan ikon Kabupaten PPU itu diabaikan pemerintah. Warga Kelurahan Tanjung Tengah, Penajam itu berharap pemerintah melakukan pengecoran tiang jembatan. Jika sudah roboh, maka membutuhkan anggaran yang lebih besar untuk memperbaikinya.
“Perbaikannya paling tidak tiangnya cor, sementara tidak perlu pembangunan sarana lain, ayolah sarana yang telah ada dimaksimalkan,” harapnya.
Ia menjelaskan, warga setempat pernah mencoba untuk menutup dermaga itu, tetapi tetap saja diterobos oleh pengunjung terutama yang memiliki hobi memancing. Terlebih lagi, pengunjung dapat melihat indahnya gugusan pulau pasir dan terumbu karang yang berjarak 500 meter dari belakang dermaga itu di kala air laut sedang surut. “Saya berharap jangan sampai ada korban baru bertindak,” tegasnya. (wn1017)