Akibat banjir yang melanda warga di RT 1,2,3,4,5,6,7 dan 10 Desa Bukit Subur itu membuat kurang lebih 87 Kepala Keluarga dengan 287 jiwa menjadi korban. Bahkan, sebanyak tujuh warga harus mengungsi di rumah tetangga dan kerabatnya.
Menurut Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Kedaruratan BPBD Kabupaten PPU, Samudri, pihaknya akan melakukan identifikasi lapangan terlebih dahulu, kemudian akan memanggil perusahaan yang beraktivitas di wilayah Bukit Subur, Penajam.
“Dugaan kami memang itu merupakan limbah perusahaan akibat pembersihan lahan, makanya kami akan melaksanakan rapat koordinasi dan kejadian itu kemarin merupakan kejadian terbesar selama 24 tahun terakhir di Bukit Subur,”ungkap Samudri ketika ditemui, Rabu (28/2).
Dalam rapat koordinasi nantinya, BPBD Kabupaten PPU akan membahas terkait penanganan yang akan dilakukan untuk mencegah kembalinya bencana tersebut.
Lanjut Samudri, kini banjir sudah surut dan warga telah kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. “Kalau memang nantinya perusahaan itu terbukti, kami akan berikan teguran, ujarnya.
Selain berdampak kepada warga, banjir membuat jembatan penghubung Usaha Tani RT 06 Desa Bukit Subur dipenuhi material limbah kayu dan nyaris roboh. (wn1017)