“Dengan terbukanya akses jalan ini, banyak orang yang berinvestasi, buktinya adalah PT Waskita kini sedang melakukan pembangunan pabrik precast beton,” ungkap Yusran ketika melakukan kunjungan, Rabu (28/2).
Kata Yusran, untuk menyelesaikan pembangunan jalan itu memang harus menggunakan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebab kondisi keuangan daerah saat ini tidak memungkinkan.
“Ke depannya pemimpin selanjutnya tidak lagi memikirkan pembangunan jalan soalnya sudah kami tuntaskan, nantinya banyak aset yang kami tinggalkan bukan utang dan yang menjadi kekhawatiran saya kalau tidak diselesaikan nantinya dilanjutkan sehingga mengkrak,”ujarnya.
Setelah melakukan peninjauan jalan di kawasan industri itu, Yusran kemudian kembali bertolak menuju Jembatan Pulau Balang Kelurahan Pantai Lango Kecamatan Penajam. Dia menggunakan speedboat bersama sejumlah pejabat Pemerintahan Kabupaten PPU.
Setiba di lokasi, Yusran melihat-lihat pembangunan jembatan yang bentangan panjangnya sudah memasuki tahapan 50 persen. Diperkirakan proyek ini rampung pada November 2019.
“Saya optimis bahwa ini akan selesai, cuma persoalan waktu saja dan biaya, tinggal akses ke Balikpapan, paling lambat selesainya pada 2019 jembatannya, apalagi jalan antara jembatan bentangan pendek dengan bentangan jauh sudah dibangun,” jelasnya.
Diketahui, pembangunan jembatan Pulau Balang tahap kedua ini didanai APBN dengan nilai kontrak kurang lebih Rp1,3 triliun. (wn1017)