Menurut warga Kelurahan Nipah-Nipah, Penajam, Sultaning, sudah berapa bulan terakhir ini warga sangat kesulitan mendapatkan elpiji melon. Kabar operasi pasar tentu disambut gembira. Namun, setelah menunggu lama petugas dinas tidak kunjung datang memulai operasi pasar.
“Kami dari RT sudah menyampaikan dari kemarin ke masyarakat, disini ada sembilan RT, Jadwalnya pukul 13:00 Wita, sebelum jam segitu warga sudah berdatangan tapi hingga pukul 15:00 Wita tidak ada, jadi warga kecewa,“ungkap Sultaning ketika ditemui, Rabu (21/2).
Dia mengaku tak mendapatkan keterangan apapun mengenai penyebab batalnha kegiatan. Petugas dari Diskukmperindag tidak ada satu pun yang hadir di tempat pelaksanaan. “Kalau begini harus ada petugas disini, jangan begini caranya, kecewa masyarakat,” ujarnya.
Sultaning juga mengakui, selama terjadinya kelangkaan, tabung 3 kilogram harus dijual Rp25.000 per tabung. Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah hanya Rp20.000 per tabung.
Lurah Nipah-Nipah, Penajam Edowar Azas Saputra menjelaskan operasi pasar dtunda lantaran kendaraan yang mengangkut elpiji 3 kilogram mengalami kerusakan. “Informasi yang saya terima mobilnya mengalami kerusakan, makanya tidak sesuai waktu yang sudah ditentukan,, mungkin malam baru bisa operasi pasar” jelasnya kepada warga. (wn1017)