Kelapa Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten PPU Supardi menjelaskan kini proyek yang menelan dana Rp44 miliar itu sudah mencapai progress 63 persen, tetapi jika dipadukan dengan penyiapan material telah mencapai 85 persen.
“Kalau persentasenya digabungkan itu sudah 85 persen, seperti pompa yang sudah dikasih uang muka, tetapi belum bisa dikirim ke lokasi sehingga kita belum bisa menghitung progres, tapi secara progres monitoring sudah sekian,” ungkap Supardi ketika ditemui, Selasa (13/2).
Selain itu, Supardi menjelaskan jika pengerjaan WTP Lawe-lawe tidak mendapatkan hambatan dalam pengerjaan dan selesai sesuai perencanaan. “Kalau selesai di bulan Juli ini, mudah-mudahan pada Agustus 2018 sudah langsung di operasikan,” ujar Supardi.
Selama ini masyarakat PPU hanya mengandalkan WTP yang dikelola oleh Perusahaan Air Bersih Daerah (PDAM) Thirta Dharma yang terdapat di Sepaku, Waru, Setek dan Lawe-lawe. WTP itu pun tidak mampu melayani masyarakat secara keseluruhan. Distribusi air di sejumlah wilayah harus dilakukan bergiliran dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan.
Ia menjelaskan meski nantinya WTP Lawe-lawe sudah digunakan, tetapi tidak dapat dioperasikan sepenuhnya karena menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Lantaran kebutuhan air bersih yang digunakan warga tidak sebesar yang dihasilkan WTP tersebut. Terlebih lagi, pengelolaan air itu diprediksi mampu melayani masyarakat Kecamatan Penajam sekitarnya 10 tahun ke depan.
“Itu bisa saja diinterkoneksikan ke Kecamatan Waru, tinggal nanti kita menambah pipa jaringan agar dapat disambungkan sampai ke sana,” jelasnya. (wn1017)