“Ini merupakan salah satu konsep pembangunan jangka panjang saya, untuk menjadikan Kabupaten PPU sebagai Kota Mice atau kota pertemuan terbaik di Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan, jika pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan telah terwujud yang menghubungkan Kabupaten PPU - Balikpapan. Pastilah Bandara internasional Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan menuju PPU hanya butuh waktu tempuh selama 10 menit karena tidak terkena macet. “Kota mana saat ini yang tidak dihadapkan dengan kemacetan, jadi menurut saya, selama ini diketahui agenda-agenda pertemuan negara yang dilaksanakan di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan sebagainya selalu dihadapkan dengan persoalan krusial yaitu kemacetan. Persoalan kemacetan tersebut tidak dapat dipandang dengan sebelah mata, karena dari kemacetan berbagai persoalan akan timbul,” ujarnya.
Ditegaskan Yusran, untuk mewujudkan semua itu memang salah satu kuncinya adalah terbangunnya Jembatan Tol Teluk Balikpapan yang saat ini telah memasuki tahab penyelesaian akhir jembatan. Daerah tinggal membangun fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan seperti gedung pertemuan, perhotelan dan sebagainya.
Untuk menuju ke arahan sana, dirinya sejak awal memimpin tanah Benuo Taka ini telah memikirkan bagaimana konsep pembangunan di daerah itu dapat menunjang bagi pembangunan lainnya di kemudian hari. Salah satunya untuk menjadikan Kabupaten PPU sebagai kota pertemuan terbaik di Indonesia tersebut dirinya telah melakukan pembangunan badan jalan yang lebar.
Sementara itu, Agus Prabowo menyatakan sangat mengapresiasi konsep pembangunan yang telah disusun oleh Bupati PPU tersebut. Bahkan ia mengatakan kagum, salah satunya dengan rencana pembangunan PPU sebagai Kota pertemuan seperti yang telah ada dalam maket di Kantor Bupati PPU itu.
“Konsep pembangunan yang dibuat Bupati sangat luar biasa. Jika semua itu dapat diwujudkan, pastilah keinginan untuk menjadikan Kabupaten PPU sebagai Kota Mice atau pertemuan terbaik dapat diwujudkan,”katanya. (nav)