Dana Tanggap Bencana Idealnya Rp3 Miliar
1 menit baca771 kali dibaca

TANA PASER – Terjadinya bencana tidak dapat diprediksi. Frekuensi bencana tentu saja membutuhkan dana tanggap darurat yang tidak sedikit. Sepanjang tahun 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser sempat kewalahan karena kurangnya dana tanggap darurat.
Kepala BPBD Paser Edwar Effendi mengatakan, upaya penanggulangan bencana tahun lalu terkendala anggaran walaupun hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak memaksimalkan upaya penanggulangan. “Karena itu memang sudah menjadi tanggung jawab kami. Dana tanggap darurat hanya bisa digunakan untuk bencana tertentu, yang mengandung unsur kedaruratan, seperti banjir, Karhutla dan kebakaran yang berdampak pada masyarakat luas seperti kebakaran yang terjadi di Pasar Senaken, beberapa waktu lalu,”ujar Edward.










