Menurut Ketua FKMKPPU Samarinda periode tahun 2018-2019, Rifki Darmanto, pihaknya saat ini tengah memperjuangkan asrama putri dibangun dalam bentuk permanen dan menjadi aset daerah.
“Dari ratusan teman-teman mahasiswi di sini, cuma 20 orang yang bisa tinggal di asrama putri, semoga cepat mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ungkap Rifki Darmanto kepada media ini, Minggu (21/1).
Menurutnya, sejumlah mahasiswi yang tinggal di asrama putri pembiayaannya tidak jauh beda dengan menyewa kost-kosan lantaran mereka harus membayar uang air dan voucher listrik.
Jika asrama putri sudah jadi aset permanen, ia memastikan biaya kehidupan mahasiswi lebih murah dari pada di kost-kosan. Ini akan sangat membantu mahasiswi PPU kurang mampu.
“Bantuan dana terkait dengan fasilitas perpanjangan asrama baru tahun ini baru disepakati oleh Pemkab PPU dengan pemilik kontrakan asrama,” ucapnya.
Kapala Bagian Umum Sekretariat Kabupaten PPU, Rozehan Asward, beberapa waktu lalu menjelaskan, pemerintah daerah akan segera membangunkan asrama putri di Samarinda. Namun, pihaknya bakal menyiapkan dana dengan menjual asrama mahasiswa di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Opsi itu dilakukan lantaran keuangan daerah yang sedang dilanda defisit.
“Mahasiswa di Banjarmasin hanya beberapa orang, kami berencana menjual asrama yang ada di sana kemudian mengalihkan hasil penjualannya itu untuk mahasiswi di kita di Samarinda,” ujarnya. (wn1017)