Wakapolres Kabupaten PPU, Kompol Nina Ika Herawati, ketika ditemui, menjelaskan kegitan simulasi yang dilaksanakan di halaman Polres PPU itu menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Linmas.
“Dalam simulasi ini, kita merekayasa kemungkinan yang akan terjadi, apabila nanti ditemukan hal-hal yang tidak kondusif seperti itu, maka tindakan itulah yang akan kami lakukan pada pelaksaan pilkada nanti,” ungkap Nina kepada awak media, Rabu (17/1).
Polres PPU nantinya akan menempatkan personelnya di TPS sesuai dengan titik-titik wilayah kerawanan. Kepolisian telah membagi tingkat kerawanan, yang terdiri dari wilayah aman, rawan satu, dua dan tiga.
Jika titik diperkirakan dalam kondisi aman, maka satu personel kepolisian akan ditempatkan untuk memberikan pengamanan di dua TPS. Sementara kategori rawan satu disiapkan satu personel untuk menjaga satu TPS. Di tingkat rawan dua, satu TPS diamankan oleh dua anggota polisi. Terakhir tingkat rawan tiga, satu TPS tiga personel.
“Kami memetakan itu melihat dari karakteristik masyarakat itu sendiri, lalu geografis dari wilayah TPS, untuk sementara ini Kabupaten PPU masih dalam kondisi kondusif,” tutur wanita lulusan akademi kepolisian itu.
Untuk mengamankan berjalannya Pilgub Kaltim serta Pilbup PPU PPU, Polres menurunkan sedikitnya 300 personel dan mendapatkan bantuan dari TNI dan Linmas. (wn1017)