Meningkatnya angka pencari kerja di wilayah itu tidak seimbang dengan lowongan pekerjaan yang tersedia di Kabupaten PPU. Banyak warga yang mengadu nasib dengan mencari pekerjaan di luar PPU, seperti di Kota Balikpapan, Samarinda dan lainnya.
Kepala Sub Bidang Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten PPU, Agus Dahlan menjelaskan terjadinya peningkatan para pencari kerja itu lantaran kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan, terlebih angka lulusan SMA/SMA dan Perguruan Tinggi terus bertambah.
“Anak-anak kita yang sekolah maupun kuliah itukan tiap tahunnya mengalami kelulusan, sehingga banyak yang mencari kerja, sementara lapangan kerja itu terbatas,” ungkap Agus Dahlan di ruang kerjanya, Rabu (3/1).
Selama ini, Disnakertrans mencatat sebanyak 173 perusahaan yang bergerak di bidang jasa, pertambangan, perkebunan dan perkayuan. Namun ,rata-rata para pekerjanya seperti di perusahaan perkebunan banyak dari luar daerah.
Itu terjadi lantaran para pencari kerja di PPU kurang berminat untuk bekerja di perusahaan kayu sebagai bidang pemetik dan penyemprot. “Kemarin itu ada perusahaan yang membutuhkan tenaga sekitar 1.500 orang, namun warga kita kurang berminat untuk bekerja di bidang itu, padahal banyak yang membutuhkan pekerjaan,” ujarnya.
Dirinya juga telah meminta kepada perusahaan untuk tidak mengambil tenaga kerja dari luar daerah agar para pencari kerja di Benua Taka dapat terakomodir, terkecuali pencaker tidak berminat bekerja di bidang tersebut. (wn1017)