Selama ini, proyek multiyears senilai Rp37 miliar sejak dikerjakan pada 2014, mendapat sorotan dari masyarakat. Sejumlah anggota DPRD PPU juga menilai pengerjaannya lamban.
“Kami sebagai pengendara yang setiap harinya melewati jalan itu bersyukur, sudah dikerjakan kembali karena berdebu, berlubang, bahaya kalau malam hari,” tutur Wanto, warga PPU, Minggu (17/12).
Ia berharap pekerjaan itu dapat terus berlanjut hingga 100 persen. Selama ini, proyek tersebut menimbulkan kesan tak enak saat melintas di depan Kantor Bupati dan Kantor DPRD Kabupaten PPU.
Sementara itu, proyek coastal road tahap kedua di Kelurahan Nipah-Nipah seolah jalan di tempat. Hasil penelusuran media ini, ternyata kantor PT Brahmakerta Adiwara sebagai pelaksana proyek terlihat sepi. Sejumlah perlengkapan kantor masih ada namun karyawan tidak ada. Kantor tersebut berada di Komplek Perum Kopri RT 003 Kelurahan Sungai Parit Kecamatan Penajam.
“Tiga mingguan ini tidak ada pekerjaan, cuma alat beratnya aja yang tersisa, pekerjanya sudah tidak ada,” pungkas Salma, warga Kelurahan Nipah-Nipah,.
Berapa pekan lalu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten PPU Edi Asmoro menjelaskan jalan di pesisir pantai tersebut ditargetkan mencapai progres 57 persen hingga akhir Desember 2017. Saat ini, progres proyek senilai Rp63.536.364.000 itu baru mencapai 25 persen. (wn1017)