“Masjid itu masih perlu menara serta pagar, terlebih menara merupakan ciri chas masjid, rencananya ada dua menara dengan ketinggian 12 meter tetapi belum bisa dalam waktu dekat,” ungkap Supardi ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (14/12).
Diakuinya, menara dan pagar merupakan asksesoris, tetapi perlu dilakukan untuk menjaga kesucian masjid untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Mungkin di 2018 kami akan usulkan anggaran, mudah-mudahan pada 2019 sudah bisa terealisasi,” ujarnya.
Dirinya memperkirakan untuk pembangunan menara serta pagar diperkirakan akan menelan anggaran kurang lebih Rp30 miliar.
Terlebih, setelah selesai pembangunan masjid yang terletak di kilometer 9 Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam difungsikan pada 10 Maret 2017, kini kondisi plafon masjid bocor disejumlah titik.
Supardi menjelaskan kondisi itu disebabkan karena material bangunan yang mulai dibangun tahun 2010 ditelan usia.
“Itu merupakan kegiatan tahun sebeblumnya, jadi tidak masuk dalam kontrak, nah itu anggaranya masih kita usulkan, mudahan di awal tahun sudah dilakukan pemeliharaannya,” ujarnya.
Warga Kelurahan Nenang Agung, Kecamatan Penajam berharap pemda segera membangun pagar serta memperbaiki sejumlah bangunan masjid yang telah rusak.
“Lampu yang sekarang ini belum menyala, jadi kalau malam gelap, terlebih tidak ada pagar, selain itu plafonnya sebagian rusak, semoga cepat dikerjakan,” harapnya. (wn1017)