Insiden bermula saat sebuah truk yang melaju dari arah Samarinda menuju Bandara APT Pranoto diduga tergelincir hingga kehilangan kendali dan melintang di badan jalan.
Dalam hitungan detik, dua truk dari arah berlawanan dan belakangnya tidak mampu menghindari tabrakan sehingga benturan beruntun pun terjadi.
Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, truk KT-8482-WG yang dikemudikan Komarudin diduga tergelincir saat melintasi ruas jalan menikung hingga melintang di badan jalan.
“Saat ini dugaan penyebab kecelakaan masih kami dalami melalui proses penyelidikan. Petugas sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi,” kata La Ode dalam keterangan tertulis yang diterima Korankaltim.com, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, pada saat bersamaan datang truk KT-8799-NC yang dikemudikan Eli Sabar dari arah Bandara APT Pranoto menuju Samarinda. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, bagian depan truk menghantam sisi kiri truk yang melintang.
“Jarak antarkendaraan saat itu sudah sangat dekat sehingga pengemudi tidak memiliki ruang untuk menghindari tabrakan,” ujarnya.
Benturan pertama kemudian disusul tabrakan dari truk KT-8219-YY yang dikemudikan Agus Budiansyah. Kendaraan tersebut melaju di belakang truk KT-8799-NC dan menabrak bagian belakangnya sehingga tiga truk terlibat dalam satu rangkaian kecelakaan.
“Benturan pertama diikuti benturan berikutnya sehingga ketiga kendaraan terlibat dalam satu rangkaian kecelakaan lalu lintas,” ucap La Ode.
Akibat kejadian tersebut, Komarudin dan Eli Sabar mengalami luka-luka dalam kondisi sadar. Sementara penumpang truk KT-8799-NC, Roy Paskalis, serta Agus Budiansyah tidak mengalami luka.
“Syukurnya tidak ada korban meninggal dunia. Dua korban mengalami luka dan sudah mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.
La Ode menambahkan, kondisi jalan saat kejadian beraspal, arus lalu lintas lancar, dan cuaca cerah. Polisi juga menemukan salah satu pengemudi tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), namun keterkaitannya dengan penyebab kecelakaan masih didalami.
“Seluruh aspek kami teliti, termasuk faktor manusia dan kelengkapan administrasi pengemudi. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar penentuan penyebab kecelakaan,” tutupnya.
Editor: Erwin