Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Kapolri kepada seluruh jajaran kepolisian agar memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap aksi begal yang dinilai meresahkan masyarakat serta membahayakan keselamatan warga.
Kapolresta Samarinda Kombes pol Hendri Umar melalui Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Soeharyadi mengatakan, situasi keamanan di Kota Samarinda sampai saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Namun kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan guna mencegah munculnya tindak kriminal di wilayah Kota Tepian.
“Ada atensi langsung dari Kapolri agar seluruh jajaran kepolisian meningkatkan langkah pemberantasan aksi begal karena tindak kejahatan seperti ini sangat meresahkan masyarakat,” ujar Arie, Rabu (27/5/2026).
Patroli keamanan kini diperkuat dengan menyasar kawasan rawan serta jam-jam tertentu yang dianggap memiliki potensi terjadinya tindak kriminal. Personel gabungan dari berbagai satuan diterjunkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Patroli yang kami lakukan bukan hanya patroli rutin biasa, tetapi intensitasnya kami tingkatkan baik di titik rawan maupun pada jam rawan,” imbuhnya.
Selain patroli lapangan, Polresta Samarinda juga mengoptimalkan pemantauan CCTV melalui command center yang beroperasi selama 24 jam penuh. Petugas piket disiagakan untuk memonitor aktivitas di sejumlah titik strategis guna mempercepat respons apabila ditemukan kejadian mencurigakan.
“Kami memiliki petugas yang berjaga selama 24 jam untuk memantau CCTV di command center,” jelasnya.
Masyarakat diminta agar segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun menjadi korban tindak kriminal melalui layanan darurat 110 yang dapat diakses secara gratis.
“Silakan segera hubungi layanan 110 apabila melihat atau mengalami tindak kejahatan. Layanan ini aktif selama 24 jam dan langsung ditindaklanjuti petugas,” papar Arie.
Terkait isu modus pembegalan menggunakan kain pocong yang ramai diperbincangkan di media sosial, Arie memastikan hingga kini belum ditemukan kasus serupa di wilayah Samarinda.
Editor: Aspian Nur