Kepala Posko Damkar Kecamatan Sebulu Rawan menjelaskan, insiden terjadi ditengah kondisi cuaca hujan deras disertai petir yang melanda wilayah Kecamatan Sebulu. Sambaran petir tersebut langsung mengenai perangkat elektronik berupa amplifier dan pengeras suara yang berada di bagian atas bangunan walet hingga terbakar.
"Kobaran api hanya membakar area sekitar penempatan speaker dan tak sempat merembet ke struktur utama bangunan walet," kata Rawan kepada Korankaltim.com.
Petugas Damkar tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 08.25 WITA. Proses penjinakan api berlangsung singkat dan berhasil dituntaskan pada pukul 08.40 WITA.
"Kurang lebih 15 menit penanganan di lapangan. Kami juga dibantu oleh warga dan relawan lainnya sehingha kobaran api bisa dilokalisasi sebelum meluas ke seluruh bangunan," ungkapnya.
Proses pemadaman memaksimalkan penggunaan satu mesin portabel jenis alkon. Alat ini dipilih guna mempermudah petugas menjangkau lokasi kebakaran yang berada di dalam gang sempit.
Aksi tanggap darurat ini juga berjalan lancar berkat dukungan dari Relawan Desa Sekiannya dan Relawan Desa Sekolah Modern yang mencoba untuk memblokir api sehingga tidak merambat ke rumah warga lainnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Bangunan utama rumah walet dinyatakan aman dan terhindar dari kerusakan fatal. Namun, kerugian material akibat hangusnya pengeras suara tersebut diperkirakan mencapai Rp10 Juta.