Petugas Rescue Gubang Karet, Odi Wira Putra, mengatakan laporan orang hilang tersebut diterima dari warga dan diteruskan oleh Pembina Relawan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Redkar) Kukar.
Berdasarkan laporan yang diterima, Johansyah terakhir kali terlihat sekitar pukul 18.00 WITA saat berpamitan menuju tepi Sungai Mahakam untuk mencuci pakaian usai bekerja seharian.
Karena korban tidak kunjung kembali ke pondok, rekan kerjanya kemudian melakukan pengecekan ke area tepi sungai. Namun, mereka hanya menemukan pakaian dan sepasang sandal milik korban yang tergeletak di pinggir sungai.
“Teman korban ini juga melakukan pencarian hingga malam hari, menanyakan kepada saudara lainnya ternyata tidak ditemukan, mereka curiga, kalau korban meninggalkan rumah baju dan tas pasti dibawa, saat ini pakaian lainnya masih ada, sehingga mereka melakukan pencarian di kawasan sungai,” ungkapnya.
Mendapat laporan tersebut, tim penyelamat gabungan langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendirikan posko evakuasi utama di penyeberangan feri Loa Kulu dan sekitar lokasi kejadian.
Posko dipusatkan di kawasan Loa Kulu karena akses evakuasi di titik diduga jatuhnya korban cukup terbatas.
Tim gabungan terdiri atas Basarnas, Damkar, Rescue 212 Samarinda Seberang, Rescue MSJ serta relawan Kukar yang menggunakan dua unit perahu karet.
Odi mengatakan, tim SAR melakukan pencarian dengan metode penyisiran di permukaan air. Radius pencarian awal ditetapkan sejauh 1,5 kilometer dari titik dugaan korban jatuh.
“Untuk kendala di lapangan arus permukaan Sungai Mahakam di sekitar lokasi kejadian terpantau sangat deras, sehingga kami harus sangat berhati-hati dalam bermanuver. Menurut pengakuan dari keluarga, korban sendiri memang tak tau berenang,” ucapnya.
Pihak relawan menyatakan operasi penyisiran akan terus dilakukan hingga malam hari apabila kondisi cuaca dan jarak pandang memungkinkan.
Sementara itu, keluarga korban dari Samarinda dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju posko evakuasi. Terkait dugaan riwayat penyakit, seperti epilepsi atau kondisi medis lainnya, tim penyelamat masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak keluarga.
Editor: Erwin