Razia yang menggandeng personel Polres dan Kodim 0906/Kukar ini menyasar target utama program Zero Halinar Handphone, Pungutan Liar dan Narkoba. Hasilnya, para petugas mengamankan sejumlah handphone dan sendok besi yang telah dimodifikasi atau diasah sehingga menyerupai senjata tajam mematikan.
Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong I Wayan Nurasta Wibawa mengungkapkan, ada beberapa faktor benda tersebut bisa masuk dalam hunian diantaranya keterlibatan oknum petugas yang menjadi jembatan bagi warga binaan untuk mendapatkan benda tersebut.
"Razia gabungan ini bukti kalau kami tidak main-main. Kami ingin memastikan lingkungan Lapas tetap aman bagi warga binaan dan masyarakat di luar sana," umgkap Wayan, Sabtu (9/5/2026).
Merespons temuan sajam dan ponsel tersebut, Wayan langsung memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya, menekankan kalau integritas adalah harga mati dan tidak ada ruang bagi petugas yang membantu praktik ilegal di dalam Lapas.
"Saya ingatkan kembali kepada seluruh petugas, jangan pernah coba-coba bermain atau menjadi jembatan bagi pelanggaran di dalam Lapas. Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran kode etik tanpa pandang bulu," ujar Wayan.
Sanksi berat telah menanti bagi siapa saja yang terbukti berkhianat terhadap institusi. "Integritas adalah pondasi kami, jika ada yang berkhianat dengan membantu praktik Halinar, maka sanksi berat sudah menanti," pungkasnya.
Editor: Aspian Nur