Kendaraan milik Agusman itu dilaporkan terbakar saat digunakan beraktivitas, diduga akibat korsleting listrik ketika mengisi daya telepon genggam di dalam kabin, hingga api merambat ke toko buah di sekitar lokasi.
Agusman menuturkan, sumber api pertama kali muncul dari bagian dalam kendaraan saat dirinya berada di kabin. Ia mengaku sempat mendengar suara letupan kecil sebelum api tiba-tiba membesar. “Saya lagi di dalam mobil, HP sedang dicas. Tiba-tiba ada bunyi seperti meletup, lalu api langsung muncul dari kabin,” kata pria berusia 42 tahun itu.
Dalam waktu singkat, kobaran api meluas dan melahap seluruh bagian kendaraan. Muatan buah serta material mudah terbakar di dalam pikap membuat api semakin cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Saat berusaha menyelamatkan diri, Agusman mengalami luka bakar akibat percikan api di bagian tangan dan punggung. “Kena di tangan sama punggung, tapi saya langsung menjauh supaya tidak semakin parah,” sebut Agusman.
Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda Wisnu mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian melalui pusat komando pada pukul 10.50 WITA dan segera mengerahkan personel ke lokasi.
“Setelah laporan masuk, tim langsung bergerak. Yang terbakar satu unit pikap dan api sempat merambat ke toko buah di dekatnya,” kata Wisnu kepada media ini.
Ada dua armada dari satu posko diterjunkan bersama relawan. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih 30 menit hingga api berhasil dikendalikan. “Tidak ada korban jiwa. Kendala hanya akses jalan yang sempit dan cukup padat kendaraan,” ucapnya.
Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik saat pengisian daya ponsel. “Masih kami dalami, indikasi awal ke arah korsleting listrik,” tutup Wisnu.
Editor: Aspian Nur