Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa bermula saat korban bersama rekannya menjaring udang di area tambak milik mereka. Perahu yang digunakan terlepas dari ikatan di bagan dan hanyut terbawa arus.
Korban kemudian berupaya berenang mengejar perahu tersebut. Namun, derasnya arus diduga membuat korban kelelahan hingga akhirnya terseret dan tenggelam.
Kantor SAR Balikpapan menerima laporan dari pihak keluarga pada pukul 11.10 WITA. Setelah menerima laporan, tim rescue segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan lengkap, termasuk perahu karet, alat selam dan perlengkapan medis.
“Tim Search and Rescue Unit telah dikerahkan dan berkoordinasi dengan unsur terkait di lapangan untuk memaksimalkan pencarian,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, Kamis (30/4/2026).
Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan dan Pos SAR Samarinda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara (Kukar) serta masyarakat setempat dan pihak keluarga telah melakukan pencarian.
Dody mengungkapkan, meski cuaca dilaporkan cerah, tim menghadapi tantangan berat dalam proses pencarian. Selain gelombang yang cukup besar, petugas juga harus waspada terhadap potensi bahaya hewan buas, mengingat area tersebut merupakan habitat buaya.
Hingga kini, korban masih dalam pencarian. Basarnas mengimbau para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di laut, terutama saat menghadapi arus kencang.
“Pencarian akan dilanjutkan besok dengan menyisir area lokasi korban tenggelam,” pungkasnya.
Editor: Erwin