Jasad tersebut pertama kali terlihat sekitar pukul 17.30 WITA setelah adanya laporan dari warga setempat yang curiga melihat benda menyerupai tubuh manusia di permukaan air.
Mendapat informasi tersebut, aparat kepolisian dari Polresta Samarinda segera menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan proses evakuasi. Saat ditemukan, posisi mayat berada di tepian perairan, namun sempat terbawa arus hingga sedikit menjauh ke tengah.
Pamapta 1 Polresta Samarinda Ipda Mat Bahri menyampaikan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengungkap identitas mayat tersebut.
“Identitas masih belum kami ketahui. Saat ini kami masih melakukan proses pendataan dan pengumpulan informasi di lapangan,” kata Bahri saat ditemui di lokasi penemuan
Laporan awal berasal dari warga yang melihat tubuh mengapung, lalu segera diteruskan kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti. “Warga melihat ada mayat yang mengapung di perairan, kemudian melapor kepada kami sehingga langsung kami respons,” sebut Bahri lagi.
Petugas sempat menghadapi sejumlah hambatan, terutama keterbatasan sarana pendukung di lokasi kejadian. Meski demikian, upaya tersebut akhirnya dapat diselesaikan berkat bantuan dari personel Polair dan partisipasi warga sekitar. “Tadi memang ada kendala di peralatan, khususnya speed boat. Namun berkat bantuan dari Polair dan masyarakat, evakuasi akhirnya berhasil dilakukan,” ucapnya.
Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD AW Syahranie untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Inafis. Hingga saat ini, mayat itu baru diketahui berjenis kelamin laki-laki, sementara usia dan penyebab kematiannya masih dalam tahap penyelidikan kepolisian. “Untuk usia belum bisa kami pastikan. Semua masih dalam proses pendalaman lebih lanjut,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur