Ketua RT 33, Agustiansyah, mengatakan hingga kini belum ada perkembangan terbaru yang diterima warga sejak polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.
Ia menyebut dirinya telah dimintai keterangan dan siap membantu apabila dibutuhkan kembali.
“Nomor saya sudah disimpan oleh polisi. Kalau diperlukan, saya siap memberikan informasi tambahan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, penemuan itu berawal saat warga tengah melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar lokasi. Dalam proses tersebut, warga menemukan sebuah wadah yang ternyata berisi potongan jari.
“Awalnya hanya bersih-bersih, lalu ditemukan toples. Setelah dibuka, ternyata berisi jari,” katanya.
Agustiansyah juga mengaku sempat melihat langsung isi toples tersebut. Ia memastikan potongan itu merupakan jari manusia karena terlihat jelas bagian kuku.
“Bentuknya jelas, ada kukunya. Kondisinya seperti diawetkan dan tidak berbau. Sepertinya sudah lama,” ungkapnya.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan pihaknya masih melakukan pendalaman. Dari hasil awal pemeriksaan menggunakan INAFIS, identitas pemilik jari belum terungkap.
“Penyelidikan masih berjalan. Dari pengecekan awal, belum ditemukan identitas,” jelasnya.
Saat ini, potongan jari tersebut sedang dibersihkan dan disterilkan sebelum pemeriksaan lanjutan dilakukan. Polisi juga membuka kemungkinan koordinasi dengan laboratorium forensik.
“Kalau belum teridentifikasi, akan kami kirim untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.
Dugaan sementara, potongan itu berasal dari tangan kiri dan kemungkinan milik laki-laki, namun belum dapat dipastikan. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk melapor jika memiliki informasi terkait kasus ini.
Editor: Erwin