Insiden tersebut diduga akibat kurangnya pengawasan. Bara api dari alat pemanas (oven) terjatuh ke tumpukan sekam, lalu memicu kebakaran di area kandang.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WITA. Warga menyadari kejadian itu saat api mulai membesar di salah satu sudut kandang.
Beruntung, kesiapsiagaan warga bersama petugas Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Segihan berhasil melokalisasi api sebelum merambat ke seluruh bangunan.
Ketua Redkar Segihan, Irwan, menjelaskan bahwa penyebab utama kebakaran berasal dari sistem pemanas ayam yang menggunakan bara api.
“Oven ayam di kandang itu menggunakan bara. Bara terjatuh mengenai sekam padi di bawahnya, api langsung menyambar kandang itu,” ujar Irwan.
Berkat respons cepat di lapangan, kobaran api tidak sampai menghanguskan seluruh kandang ayam tersebut.
“Terbakar sekitar 10 persen. Saat ini kondisi sudah aman dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkapnya.
Redkar mengingatkan para pemilik usaha peternakan untuk lebih waspada dalam menggunakan pemanas manual, terutama yang menggunakan media bara api di kawasan yang mudah terbakar seperti sekam.
“Kami imbau, setidaknya oven itu dijaga saat dioperasikan. Bara sangat mudah merambat jika mengenai barang yang mudah terbakar. Pastikan area sekitar oven bersih dari bahan yang mudah terbakar, kita sudah masuk musim panas saling mengingatkan dan menjaga, jangan sampai merugikan bayak orang,” terangnya.
Kini, situasi di lokasi kejadian sudah dinyatakan kondusif, namun, pemilik kandang diimbau untuk tetap melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada titik api.
Editor: Erwin