Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi kebakaran yang kerap meningkat saat musim mudik, ketika banyak rumah ditinggalkan dalam kondisi kosong.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda Hendra AH menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai sosialisasi kepada warga melalui kegiatan berbasis komunitas. Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat memahami langkah-langkah sederhana yang dapat mencegah terjadinya kebakaran.
“Kami sudah aktif turun ke masyarakat melalui berbagai program, termasuk kegiatan Probebaya. Tujuannya agar warga lebih sadar akan pentingnya antisipasi kebakaran,” kata Hendra saat dikonfirmasi pada Jum'at (20/3/2026)
Menurutnya, periode mudik Lebaran menjadi salah satu waktu paling rawan karena minimnya pengawasan terhadap rumah yang ditinggalkan. Kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh potensi bahaya seperti korsleting listrik maupun kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga.
Hendra mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh perangkat yang berpotensi memicu kebakaran sudah dalam kondisi aman sebelum bepergian. Hal ini meliputi pengecekan kompor, regulator gas, serta instalasi listrik di dalam rumah.
“Kalau rumah ditinggalkan, pastikan kompor sudah benar-benar mati. Selain itu, cabut semua colokan listrik yang tidak diperlukan untuk mencegah korsleting,” ucap Hendra lagi.
Sebagian besar kejadian kebakaran di Samarinda masih disebabkan oleh faktor kelalaian manusia. Berdasarkan data Disdamkar lebih dari separuh kasus dipicu oleh gangguan listrik.
“Sekitar 50 persen lebih kebakaran disebabkan korsleting listrik. Sisanya karena kelalaian seperti kompor yang masih menyala atau aktivitas memasak yang ditinggalkan,” ungkapnya.
Selain edukasi langsung, Damkar Samarinda turut memasang papan imbauan di sejumlah titik strategis sebagai pengingat bagi masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan warga sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Masyarakat diajak untuk saling peduli dengan lingkungan sekitar termasuk melaporkan potensi bahaya kebakaran jika ditemukan. “Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri. Pastikan rumah dalam kondisi aman sebelum mudik agar tidak terjadi hal yang merugikan,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur