Kanit Reskrim Polsek Loa Janan, Iptu Dwi Handono mengungkapkan, meskipun data rilis akhir tahun Polres Kutai Kartanegara (Kukar) mencatatkan penurunan angka kriminalitas sebesar enam persen dari 698 kasus di 2024 menjadi 656 kasus pada 2025 kewaspadaan di lapangan justru kian diperketat.
Langkah ini diambil menyusul keresahan warga yang merasa aksi kriminalitas belakangan semakin nekat dan meresahkan, seperti kasus yang baru saja terjadi dialami oleh lansia, uang dan anting emas hilang bahkan korban dapat perlakuan kekerasan dari pelaku.
Pengejaran dilakukan secara terukur melintasi jalur poros Samarinda-Balikpapan. Kedua pelaku berinisial MY residivis asal Jawa diringkus di KM 45 Bukit Soeharto, sementara rekannya M diringkus tim gabungan saat sedang berada di lokalisasi di Balikpapan.
“Loa Janan ini jalur terbuka, pintu masuk pendatang. Kami melakukan patroli hunting untuk mempersempit ruang gerak pelaku lintas provinsi. Meski secara data menurun, tindakan tegas di lapangan tetap menjadi prioritas kami,” tegas Iptu Dwi Handono, Minggu (15/3/2026).
Kedua pelaku ini membawa kabur uang hasil kejahatan senilai Rp64,5 juta dari enam TKP di Kukar dan Samarinda ludes digunakan para pelaku untuk judi online, narkoba, hingga berfoya-foya di lokalisasi. Pelaku menyasar ibu-ibu lansia di pemukiman dan memicu ketakutan mendalam di tengah warga.
Untuk menekan peluang kejahatan baru di wilayah perlintasan, kepolisian kini menginstruksikan penguatan deteksi dini di tingkat lingkungan terkecil.
“Kami sudah berkoordinasi dengan para Ketua RT. Kalau ada pendatang baru atau orang asing dengan gelagat mencurigakan, segera lapor ke Bhabinkamtibmas. Upaya preventif ini penting agar tren penurunan kasus secara statistik di Polres Kukar juga selaras dengan rasa aman yang dirasakan warga,” pungkasnya.
Editor: Erwin